HyperText Thrones

By Deden Fathurahman
← Posts

Untuk apa semua kebencian itu?

hate

Photo by T. Chick McClure on Unsplash

Dengan makin mendekatnya pemilihan presiden, makin banyak pula komentar-komentar sampah yang bertebaran baik di-sosial media maupun di lingkungan tempat tinggal. memang secara natural dalam negara demokrasi, ada pemerintah berkuasa, ada juga oposisi yang dalam teori menjadi penyeimbang dalam pemerintah menjalankan pemerintahan dan juga sebagai pengawas pemerintah yang berkuasa. hanya saja, saya pribadi melihat ini sudah sangat amat keterlaluan, sebelum menuliskan kekesalan, saya sangat amat mengetahui juga bahwa pendukung pemerintahan sekarang tidak semuanya murni mendukung, ada yang hanya ikut-ikutan, dan ada yang membela dengan cara mengeluarkan cara-cara yang tidak elegan, meski katanya hal ini wajar dalam politik, tapi itu topik yang lain. Saya lebih ingin melihat dari sisi oposisi yang saat ini terus-terusan menyerang pemerintah dengan cara-cara yang tidak baik, dengan cara-cara yang menurut saya sudah keterlaluan, yang paling membuat saya kesal luar biasa adalah membawa agama.

Agama di indonesia amat laku dijual untuk mendapatkan kekuasaan, sebagai seorang muslim, saya melihat ini sangat mengganggu, dengan menjual agama, orang yang sebelumnya tidak banyak belajar agama, orang yang baru ‘menemukan’ tuhan akan memakan issue ini. Karena memang dari dulu bangsa ini memang sangat gampang diadu, dari isu suku, ras, agama, golongan, tinggal cari perbedaannya, kemudian ‘amplify’ perbedaan itu, dengan modal perbedaan itu bisa dijadikan opini bahwa yang beda adalah salah, dan yang salah harus dibasmi, tanpa melihat diri sendiri itu benar atau salah.

Ambil contoh presiden Joko Widodo sekarang ini, isu yang dilontarkan ke beliau sangat banyak, dan masing-masing tuduhan tidak kalah kejamnya, dari mulai isu PKI, antek komunis, antek asing yang siap menjual aset negara, penghancur agama islam, antek yahudi, antek kristen, bahkan ada yang mempermasahkan muka presiden Joko Widodo, mempermasalahkan muka yang sudah diberikan oleh Alloh, bahkan tuduhan PKI, komunis, menjadi saling bertentangan dengan tuduhan antek yahudi, kristen.

Meski tuduhan yang dilontarkan itu banyak yang tanpa bukti, tanpa fakta, yang penting tuduh dulu, ditambah dengan masyarakat yang malas sekali mencari tahu, hanya dengan modal kiriman tulisan yang bombastis di sosial media, atau whatsapp, cukup untuk membuat orang membenci Joko Widodo, tanpa fakta. Dan ini terjadi bahkan di lingkungan terdekat, dengan menuduh Jokowi anti islam, menuduh Jokowi menghancurkan islam, lagi-lagi tanpa bukti, meski sekarang misalkan Jokowi selama berkuasa sudah mengunjungi 60 pesantren misalkan, atau membangun asrama pesantren, membangun universitas islam indonesia, hal ini tidak akan dilihat oleh orang yang berhati benci, semua itu akan dianggap sebagai pencitraan atau kepalsuan semata.

Di sisi lain ada pihak yang merasa diri paling mulia, merasa diri paling islami tanpa ada prestasi, tanpa ada bukti apa yang dilakukan untuk islam, atau untuk negara.

Ditambah dengan banyak sekali membangun infrastruktur, jalan beberapa ribu kilometer, jembatan, bendungan, pembangkit listrik terbarukan, maritim, kesetaraan harga BBM antara jawa dan pulau di indonesia lainnya, kemudian muncul argumen “itu dibangun dengan berhutang!”, well, tidak ada negara yang tidak berhutang, Brunei atau bahkan untuk yang nge-fans ke Arab Saudi, mereka juga berhutang, hutang bukan melulu hal yang jelek, dan Indonesia juga membayar hutangnya, tidak macet (untuk beritanya googling sendiri, jangan malas cari berita), semua itu tetap membuat Jokowi salah, iya, selalu salah.

Sebagai warga negara Indonesia, tidak terima simbol negara dijadikan olok-olok, terlebih oleh bangsa sendiri yang buta akan semua yang sudah dilakukan, dibangun oleh Jokowi, tidak akan melihat bandara yang sudah dibangun, ribuan jalan yang sudah dibangun, bendungan, infrastruktur yang sudah dibangun, yang dilihat adalah postingan atau hasil forward pesan berantai yang didapat dari whatsapp.

Saya kecewa dengan tingkat kecerdasan masyarakat yang gampang terpancing, kecewa dengan yang membawa isu agama tapi dia sendiri tidak menerapkan keagamaan itu sendiri dalam dirinya, tabayyun adalah hal yang paling anti dilakukan oleh pihak yang membenci, bahkan ayat pertama yang diturunkan oleh Alloh pun TIDAK dilakukan, yaitu iqraa. bacalah dulu, telitilah dulu sebelum melakukan tudingan terhadap siapapun.

Published: June 5, 2018
Length: 3 minute read (628 words)