Jekyll 2019-11-20T09:41:14+00:00 https://notes.dedenf.com// HyperText Thrones HyperText Thrones, Daily muse, putting my tought, reaction, comments, and things that i need to write. About tech, financial, life. Deden Fathurahman dedenf@gmail.com Cek up finansial sebelum membuat blueprint tujuan finansial 2019-11-20T00:00:00+00:00 2019-11-20T00:00:00+00:00 https://notes.dedenf.com/2019/11/seputar-finansial-blueprint-finansial <p>Setiap orang bisa melakukan finansial <em>checkup</em>, yang berguna untuk mengetahui bagaimana kinerja keuangan kita, susah sampai mana, apakah kurang, dan apa saja yang bisa dilakukan berikutnya?</p> <p>Agar tujuan, goal, dalam hidup bisa optimal, strategi apa saja yang bisa dilakukan.</p> Deden Fathurahman dedenf@gmail.com Setiap orang bisa melakukan finansial checkup, yang berguna untuk mengetahui bagaimana kinerja keuangan kita, susah sampai mana, apakah kurang, dan apa saja yang bisa dilakukan berikutnya? Agar tujuan, goal, dalam hidup bisa optimal, strategi apa saja yang bisa dilakukan. Tahu, Limbah dan Racun 2019-11-18T00:00:00+00:00 2019-11-18T00:00:00+00:00 https://notes.dedenf.com/2019/11/tahu-limbah-dan-racun <blockquote> <p>Plastic waste from America, collected for recycling, is shipped to Indonesia. Some is burned as fuel by tofu makers, producing deadly chemicals and contaminating food</p> </blockquote> <p>Cukilan dari sub-judul dari artikel yang ditulis oleh <a href="https://www.nytimes.com/2019/11/14/world/asia/indonesia-tofu-dioxin-plastic.html">New York Times</a>.</p> <p>Tahu memang bagian dari makanan orang Indonesia, banyak masakan yang dibuat dengan bahan dasar tahu, dari oreg tahu, sayur tahum dan lainnya. Tapi dengan membaca artikel di atas lumayan membuat <em>ngeri</em> juga <em>sih</em>, kadar racun yang dikandung oleh Tahu itu sangat tinggi, di artikel itu disebutkan dilakukan tes tingkat racun yang ada di tanah, dengan meneliti racun yang dikandung oleh telur ayam, yang mana telur ayam biasa digunakan sebagai barometer “kesehatan” tanah.</p> <blockquote> <p>Eggs are commonly used for testing contamination because chickens effectively sample the soil as they forage and toxins accumulate in their eggs.</p> </blockquote> <p>Dan telur yang dihasilkan oleh ayam tersebut melampaui batas aman untuk konsumsi, sangat beracun.</p> <p>Hal ini dikarenakan aktivitas pembakaran plastik limbah yang diimpor dari luar (terutama dari amerika), beberapa limbah ada yang bisa digunakan kembali, tapi lebih banyak yang tidak bisa dipakai, intinya benar-benar sampah. Dan sampah tersebut hanya memiliki satu jalan, yaitu dibakar, dan mungkin dalam pikiran orang-orang membakar sampah bisa dimanfaatkan sekalian membuat Tahu, di sini terjadi 2 masalah baru, udara yang tercemar dan juga Tahu yang tercemar racun.</p> <p>Polutan yang ada di udara, tanah dan makanan di daerah itu banyak sekali, salah satunya <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Dioxins_and_dioxin-like_compounds#Human_intake_and_levels">Dioxin</a>, yang bisa menyebabkan kanker, parkinsons dan cacat lahir.</p> <blockquote> <p>Testing of eggs laid by chickens in Tropodo, a village of 5,000 people, found high levels of several hazardous chemicals including dioxin — a pollutant known to cause cancer, birth defects and Parkinson’s disease — according to a report released this week by an alliance of Indonesian and international environmental groups.</p> </blockquote> <p>Dan saya rasa banyak daerah lain (seperti Lakardowo, Mojokerto misalkan) yang memiliki masalah lingkungan yang bisa berimbas terhadap kesehatan masyarakat, sekarang dan nanti.</p> <h4 id="update">Update</h4> <p><a href="https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4789031/ini-alasan-pabrik-tahu-di-sidoarjo-masih-gunakan-sampah-plastik-impor">Ini Alasan Pabrik Tahu di Sidoarjo Masih Gunakan Sampah Plastik Impor</a>.</p> <blockquote> <p>“Karena menggunakan bahan bakar lainnya biayanya mahal. Mengunakan bahan bakar sampah plastik ini biaya lebih ngirit,” kata Khambali, salah satu pekerja pabrik tahu kepada detikcom di lokasi, Senin (18/11/2019).</p> </blockquote> <p>Alasan klasik <em>sih</em>, masalah bahan bakar mahal, jadi lebih hemat membakar sampah.</p> Deden Fathurahman dedenf@gmail.com Plastic waste from America, collected for recycling, is shipped to Indonesia. Some is burned as fuel by tofu makers, producing deadly chemicals and contaminating food Cukilan dari sub-judul dari artikel yang ditulis oleh New York Times. Tahu memang bagian dari makanan orang Indonesia, banyak masakan yang dibuat dengan bahan dasar tahu, dari oreg tahu, sayur tahum dan lainnya. Tapi dengan membaca artikel di atas lumayan membuat ngeri juga sih, kadar racun yang dikandung oleh Tahu itu sangat tinggi, di artikel itu disebutkan dilakukan tes tingkat racun yang ada di tanah, dengan meneliti racun yang dikandung oleh telur ayam, yang mana telur ayam biasa digunakan sebagai barometer “kesehatan” tanah. Eggs are commonly used for testing contamination because chickens effectively sample the soil as they forage and toxins accumulate in their eggs. Dan telur yang dihasilkan oleh ayam tersebut melampaui batas aman untuk konsumsi, sangat beracun. Hal ini dikarenakan aktivitas pembakaran plastik limbah yang diimpor dari luar (terutama dari amerika), beberapa limbah ada yang bisa digunakan kembali, tapi lebih banyak yang tidak bisa dipakai, intinya benar-benar sampah. Dan sampah tersebut hanya memiliki satu jalan, yaitu dibakar, dan mungkin dalam pikiran orang-orang membakar sampah bisa dimanfaatkan sekalian membuat Tahu, di sini terjadi 2 masalah baru, udara yang tercemar dan juga Tahu yang tercemar racun. Polutan yang ada di udara, tanah dan makanan di daerah itu banyak sekali, salah satunya Dioxin, yang bisa menyebabkan kanker, parkinsons dan cacat lahir. Testing of eggs laid by chickens in Tropodo, a village of 5,000 people, found high levels of several hazardous chemicals including dioxin — a pollutant known to cause cancer, birth defects and Parkinson’s disease — according to a report released this week by an alliance of Indonesian and international environmental groups. Dan saya rasa banyak daerah lain (seperti Lakardowo, Mojokerto misalkan) yang memiliki masalah lingkungan yang bisa berimbas terhadap kesehatan masyarakat, sekarang dan nanti. Update Ini Alasan Pabrik Tahu di Sidoarjo Masih Gunakan Sampah Plastik Impor. “Karena menggunakan bahan bakar lainnya biayanya mahal. Mengunakan bahan bakar sampah plastik ini biaya lebih ngirit,” kata Khambali, salah satu pekerja pabrik tahu kepada detikcom di lokasi, Senin (18/11/2019). Alasan klasik sih, masalah bahan bakar mahal, jadi lebih hemat membakar sampah. MacBook Pro teardown confirms the new keyboard is basically just the old, good keyboard 2019-11-18T00:00:00+00:00 2019-11-18T00:00:00+00:00 https://notes.dedenf.com/2019/11/apple-new-macbook-pro <p>Just last week, Apple introduced new 16” Macbook Pro line up, and i’ve complained about <a href="https://notes.dedenf.com/2019/11/apple-macbook-pro-sucks">Macbook Pro</a> for quite <a href="https://notes.dedenf.com/2017/12/worst-macbookpro">some times</a>.</p> <p>As per <a href="https://www.ifixit.com/News/16-inch-macbook-pro-magic-keyboard-throwback">iFixit reported</a> (re-reported by <a href="https://www.theverge.com/circuitbreaker/2019/11/15/20966926/apple-16-inch-macbook-pro-teardown-ifixit-keyboard-switches-scissor-butterfly">The Verge</a>) about the new 16” Macbook Pro with “new” keyboard, which is basically an old scissor keyboard.</p> <div class="embed-container"><iframe width="660" height="415" src="https://www.youtube.com/embed/Uk5rpK6SpX4" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen=""></iframe></div> <p><center><em>Video review from The Verge</em></center></p> Deden Fathurahman dedenf@gmail.com Just last week, Apple introduced new 16” Macbook Pro line up, and i’ve complained about Macbook Pro for quite some times. As per iFixit reported (re-reported by The Verge) about the new 16” Macbook Pro with “new” keyboard, which is basically an old scissor keyboard. Video review from The Verge Google Chrome experiment crashes browser tabs, impacts companies worldwide 2019-11-15T00:00:00+00:00 2019-11-15T00:00:00+00:00 https://notes.dedenf.com/2019/11/google-chrome <p>This is a deja vu all over again, with Google Chrome has became the dominant web browser that people use, Google Chrome has been use by more than 60% of the internet population, Firefox behind it, but with huge differences of course (about &gt; 7% marketshare) (source: <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Usage_share_of_web_browsers">wikipedia</a>, <a href="https://www.netmarketshare.com/browser-market-share.aspx?options=%7B%22filter%22%3A%7B%7D%2C%22dateLabel%22%3A%22Custom%22%2C%22attributes%22%3A%22share%22%2C%22group%22%3A%22browser%22%2C%22sort%22%3A%7B%22share%22%3A-1%7D%2C%22id%22%3A%22browsersDesktop%22%2C%22dateInterval%22%3A%22Monthly%22%2C%22dateStart%22%3A%222019-01%22%2C%22dateEnd%22%3A%222019-10%22%2C%22segments%22%3A%22-1000%22%7D">Netmarketshare</a> ).</p> <p><a href="https://www.zdnet.com/article/google-chrome-experiment-crashes-browser-tabs-impacts-companies-worldwide/">In the news</a>, covering many people from many organization who got issue with the Google Chrome installation, even cost them money.</p> <blockquote> <p>“Do you see the impact you created for thousands of us without any warning or explanation? We are not your test subjects,” said an angry sysadmin. “We are running professional services for multi million dollar programs. Do you understand how many hours of resources were wasted by your ‘experiment’?”</p> </blockquote> <p>or</p> <blockquote> <p>“How many tens of thousands of dollars has this oops cost everyone? This is starting to look like a pretty massive mistake on Googles part,” added another disgruntled sysadmin.</p> </blockquote> <p>Banking are one of the tightly-controlled environment, i know one bank using Google Chrome as their main browser (probably other bank using it also, but this one i know deeply), even on the Microsoft Windows machine, it was centralise controlled software, admin controll all of the version, installation, everything, on each machine.</p> <p>The deja vu part, goes way back with IE 6.0, it’s the most used browser in 2000s.</p> <p>Google Chrome has became integral part of the business now, and if it has misstep, it will impacting a lot of its users, even it’s a free software (but i believe it’s not free entirely, you have to pay in someway or another).</p> <p>Time to consider and use another browser? <a href="https://www.mozilla.org/en-US/firefox/new/">FireFox</a> or <a href="https://brave.com/">Brave</a>, maybe. <br /> I have <a href="/2019/09/menjaga-privasi-dan-keamanan-dalam-berinternet">switch for some time</a>, and you should too.</p> Deden Fathurahman dedenf@gmail.com This is a deja vu all over again, with Google Chrome has became the dominant web browser that people use, Google Chrome has been use by more than 60% of the internet population, Firefox behind it, but with huge differences of course (about &gt; 7% marketshare) (source: wikipedia, Netmarketshare ). In the news, covering many people from many organization who got issue with the Google Chrome installation, even cost them money. “Do you see the impact you created for thousands of us without any warning or explanation? We are not your test subjects,” said an angry sysadmin. “We are running professional services for multi million dollar programs. Do you understand how many hours of resources were wasted by your ‘experiment’?” or “How many tens of thousands of dollars has this oops cost everyone? This is starting to look like a pretty massive mistake on Googles part,” added another disgruntled sysadmin. Banking are one of the tightly-controlled environment, i know one bank using Google Chrome as their main browser (probably other bank using it also, but this one i know deeply), even on the Microsoft Windows machine, it was centralise controlled software, admin controll all of the version, installation, everything, on each machine. The deja vu part, goes way back with IE 6.0, it’s the most used browser in 2000s. Google Chrome has became integral part of the business now, and if it has misstep, it will impacting a lot of its users, even it’s a free software (but i believe it’s not free entirely, you have to pay in someway or another). Time to consider and use another browser? FireFox or Brave, maybe. I have switch for some time, and you should too. Why Standups are Useless and How to Run Great Product Team Meetings 2019-11-14T00:00:00+00:00 2019-11-14T00:00:00+00:00 https://notes.dedenf.com/2019/11/standups <blockquote> <p>In any case prior to a launch, standups are mostly a waste of time. That’s because the bulk of the product development process centers around (1) building (2) making decisions.</p> </blockquote> <p>This lines, is a hard truth.</p> <p>I’ve fell to this also, we are gathering at the end of the day, and thinking that we are updating each other, but since the team grew, the “update” session became long, and it took people’s time, and it’s not okay.</p> <p>The communication could be done by other type of communication, asynchronously. this way, people could finish their job.</p> Deden Fathurahman dedenf@gmail.com In any case prior to a launch, standups are mostly a waste of time. That’s because the bulk of the product development process centers around (1) building (2) making decisions. This lines, is a hard truth. I’ve fell to this also, we are gathering at the end of the day, and thinking that we are updating each other, but since the team grew, the “update” session became long, and it took people’s time, and it’s not okay. The communication could be done by other type of communication, asynchronously. this way, people could finish their job. Dulu rokok, sekarang vape (vaping) 2019-11-13T00:00:00+00:00 2019-11-13T00:00:00+00:00 https://notes.dedenf.com/2019/11/rokok-vape-apakah-bahaya <p>Dari <a href="https://daerah.sindonews.com/read/1308539/21/sehat-rokok-konvensional-atau-vape-ini-hasil-penelitian-unpad-1527143850">berita dari Sindonews ini</a>, yang melaporkan penelitian yang dilakukan oleh dokter mengenai rokok dan vape, penelitian yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode dipanaskan, tidak seperti apa yang terjadi pada rokok (dibakar),</p> <blockquote> <p>Hasil penelitian terhadap semua cairan vape setelah dipanaskan menggunakan alat tertentu, nyaris semua cairan tidak mengalami perubahan zat. Peneliti hanya menemukan penambahan antara satu hingga dua zat. Juga ditemukan liquid yang tidak mengalami penambahan zat sama sekali.</p> </blockquote> <p>Dari hasil riset ini, berkesimpulan bahwa (empasis dari saya)</p> <blockquote> <p>Berdasarkan hasil penelitian itu, produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik serta produk tembakau yang dipanaskan, bukan dibakar, <strong>memiliki risiko kesehatan lebih rendah dibandingkan rokok konvensional</strong>. Bahwa pengguna produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik memiliki risiko kesehatan dua kali lebih rendah dibandingkan perokok konvensional.</p> </blockquote> <p>Memang bukan ahli kesehatan, apalagi seorang dokter, hanya saja, masih bingung dengan hasil penelitian ini, hal ini karena membaca hasil penelitian dari peneliti di Amerika serikat tentang bahaya dari vape (atau nge-vaping).</p> <p>Silakan baca hasil laporan dari <a href="https://www.fda.gov/news-events/public-health-focus/lung-illnesses-associated-use-vaping-products">FDA ini</a>, dan juga artikel dari <a href="https://getpocket.com/redirect?url=http%3A%2F%2Fflip.it%2F5r0hWu">New York Times</a>,</p> <blockquote> <p>A 17-year-old boy whose <em>lungs were irreversibly damaged by vaping</em> received a double-lung transplant at the Henry Ford Hospital in Detroit, a lifesaving measure taken when a patient’s own lungs are diseased or damaged beyond repair and there is no other hope of survival, doctors said on Tuesday.</p> </blockquote> <p>Bisa diartiken juga, vaping tidak lebih sehat dari pada rokok biasa, karena saya rasa mengganti paru-paru bukan hal yang bisa dibilang <em>risiko rendah</em>.</p> Deden Fathurahman dedenf@gmail.com Dari berita dari Sindonews ini, yang melaporkan penelitian yang dilakukan oleh dokter mengenai rokok dan vape, penelitian yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode dipanaskan, tidak seperti apa yang terjadi pada rokok (dibakar), Hasil penelitian terhadap semua cairan vape setelah dipanaskan menggunakan alat tertentu, nyaris semua cairan tidak mengalami perubahan zat. Peneliti hanya menemukan penambahan antara satu hingga dua zat. Juga ditemukan liquid yang tidak mengalami penambahan zat sama sekali. Dari hasil riset ini, berkesimpulan bahwa (empasis dari saya) Berdasarkan hasil penelitian itu, produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik serta produk tembakau yang dipanaskan, bukan dibakar, memiliki risiko kesehatan lebih rendah dibandingkan rokok konvensional. Bahwa pengguna produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik memiliki risiko kesehatan dua kali lebih rendah dibandingkan perokok konvensional. Memang bukan ahli kesehatan, apalagi seorang dokter, hanya saja, masih bingung dengan hasil penelitian ini, hal ini karena membaca hasil penelitian dari peneliti di Amerika serikat tentang bahaya dari vape (atau nge-vaping). Silakan baca hasil laporan dari FDA ini, dan juga artikel dari New York Times, A 17-year-old boy whose lungs were irreversibly damaged by vaping received a double-lung transplant at the Henry Ford Hospital in Detroit, a lifesaving measure taken when a patient’s own lungs are diseased or damaged beyond repair and there is no other hope of survival, doctors said on Tuesday. Bisa diartiken juga, vaping tidak lebih sehat dari pada rokok biasa, karena saya rasa mengganti paru-paru bukan hal yang bisa dibilang risiko rendah. Apple’s Promise Of A Powerful MacBook Pro Has Been Frustrated 2019-11-10T00:00:00+00:00 2019-11-10T00:00:00+00:00 https://notes.dedenf.com/2019/11/apple-macbook-pro-sucks <p>I’ve been Apple user for sometime, i got introduced to Apple product when i’m using Powerbook from my boss back then, it’s a great machine, i love the alumunium, love the keyboard, i’m using Cheetah that time (10.0.0).</p> <p>One of the issue i’ve had right now with my Macbook Pro</p> <blockquote> <p>Hardware choices in recent years may have helped make the MacBook Pro more fashionable, but it has become harder to use. The butterfly keyboard crystallises this approach with a preference for a light and thin design over-ruling a solid and dependable keyboard</p> </blockquote> <p>Indeed, the keyboard sucks, too many problem, from adding letter ‘e’, and now with this machine it added more spaces when i’m typing, the keyboard are subpar, i prefer the old one, i don’t mind if the machine thicker than current line up, as long as it worked.</p> <p>So wanna try other laptop like XPC from Dell, or Spectre from HP, stuff it with Linux.</p> Deden Fathurahman dedenf@gmail.com I’ve been Apple user for sometime, i got introduced to Apple product when i’m using Powerbook from my boss back then, it’s a great machine, i love the alumunium, love the keyboard, i’m using Cheetah that time (10.0.0). One of the issue i’ve had right now with my Macbook Pro Hardware choices in recent years may have helped make the MacBook Pro more fashionable, but it has become harder to use. The butterfly keyboard crystallises this approach with a preference for a light and thin design over-ruling a solid and dependable keyboard Indeed, the keyboard sucks, too many problem, from adding letter ‘e’, and now with this machine it added more spaces when i’m typing, the keyboard are subpar, i prefer the old one, i don’t mind if the machine thicker than current line up, as long as it worked. So wanna try other laptop like XPC from Dell, or Spectre from HP, stuff it with Linux. Clickbait, cara yang masih ampuh menarik pembaca 2019-11-07T00:00:00+00:00 2019-11-07T00:00:00+00:00 https://notes.dedenf.com/2019/11/clickbait <p>Coba kita lihat judul-judul berita berikut,</p> <ul> <li><a href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20191107153907-19-113506/saham-perbankan-berguguran">Saham Perbankan berguguran</a> atau</li> <li><a href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20191107140745-4-113470/pak-jokowi-besok-data-cad-diumumkan-jeblok-lagi-gak-ya">Pak Jokowi, Besok Data CAD Diumumkan! Jeblok Lagi Gak Ya?</a> atau</li> <li><a href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20191107080726-4-113310/toko-toko-elektronik-sepi-bak-kuburan-ekonomi-lesu-nih">Toko-Toko Elektronik Sepi Bak ‘Kuburan’, Ekonomi Lesu Nih!</a></li> </ul> <p>Apakah ada kesamaan dalam berita tersebut? iya, judulnya bombastis, dan kemudian menggiring opini untuk orang-orang hanya bisa membaca dari judul saja, dan media tahu itu, ada maksudnya kenapa judul itu dibuat besar dan tebal, menandakan itu sesuatu yang penting, maka judul adalah hal yang dibaca terlebih dahulu, soal isi? meski berbeda atau jauh, hampir tidak akan dibaca oleh orang-orang.</p> <p>Buat judul seheboh mungkin, makin heboh, makin menarik orang untuk klik dan <em>share</em>.</p> <!--more--> <p>Sekarang kita lihat ini</p> <blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned="" data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B4jkku3H45Q/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B4jkku3H45Q/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> <div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;"> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div></div></div><div style="padding: 19% 0;"></div> <div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div><div style="padding-top: 8px;"> <div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div></div><div style="padding: 12.5% 0;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;"><div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div></div><div style="margin-left: 8px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div></div><div style="margin-left: auto;"> <div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div></div></div></a> <p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B4jkku3H45Q/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Toko-toko elektronik di tempat perbelanjaan Jakarta terpantau lengang, tidak banyak aktivitas jual-beli. — Apa ini ada kaitan dengan ekonomi yang sedang lesu? — CNBC Indonesia menyambangi Pusat Grosir Cililitan (PGC), toko-toko elektronik di Pasar Kramat Djati, hingga Plaza di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur. — Lorong-lorong jalan kecil di antara deretan toko bisa dilewati dengan leluasa. Tak ada desak-desakan. Bangku-bangku yang disediakan untuk pengunjung masih tertata rapi di depan etalase toko. — Sebagian besar pegawai hanya terlihat duduk menyaksikan layar gawai lantaran tak ada pengunjung yang mesti dilayani. — Menurut pegawai toko tingkat kunjungan mulai naik saat akhir pekan. Namun, itu juga bukan kabar menggembirakan. — Lesunya aktivitas perekonomian seperti pedagang elektronik di pasar, bersamaan dengan catatan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2019 yang hanya mampu bergerak di angka 5,02% atau dalam tren melambat. — Vice President Corporate Affair PT Samsung Electronics Indonesia (SEIN) Kang Hyun Lee termasuk mengakui kondisi ekonomi Indonesia di mata pengusaha memang sedang sulit, bahkan ia menggunakan istilah &#39;menderita&#39; saat menjual produk elektronik saat ini di pasar domestik. — - - - - - #elektronik #handphone #smartphone #tokoelektronik #televisi</a></p> <p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/cnbcindonesia/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> CNBC Indonesia</a> (@cnbcindonesia) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-11-07T07:27:19+00:00">Nov 6, 2019 at 11:27pm PST</time></p></div></blockquote> <script async="" src="//www.instagram.com/embed.js"></script> <p>Meski di komentar orang-orang mengatakan bahwa sekarang trennya pindah, orang beli ponsel via <em>online</em>, sudah berkurang orang membeli ponsel secara <em>offline</em> datang ke toko, lebih enak, karena dikirim, dan terkadang ada promo jadi lebih murah.</p> <p>Tapi tidak, akun tersebut setelah membuat “kehebohan” digambar, dilanjutkan di caption dengan tulisan “Apa ini ada kaitan dengan ekonomi yang sedang lesu?”, lempar pertanyaan yang notabene aman, karena jika ditagih data yang bisa mendukung klaimnya, bisa berkilah karena itu suatu pertanyaan, bukan suatu statement, atau hal yang didukung data.</p> <p>Selanjutnya tinggal menunggu orang yang terburu-buru membagi berita itu di grsup WhatsApp, dan terciptalah <em>traffic yang organic</em>.</p> <p>Dulu masih ingat koran yang bernama Lampu Merah, atau Lamer, dengan headline yang sangat menakjubkan.</p> Deden Fathurahman dedenf@gmail.com Coba kita lihat judul-judul berita berikut, Saham Perbankan berguguran atau Pak Jokowi, Besok Data CAD Diumumkan! Jeblok Lagi Gak Ya? atau Toko-Toko Elektronik Sepi Bak ‘Kuburan’, Ekonomi Lesu Nih! Apakah ada kesamaan dalam berita tersebut? iya, judulnya bombastis, dan kemudian menggiring opini untuk orang-orang hanya bisa membaca dari judul saja, dan media tahu itu, ada maksudnya kenapa judul itu dibuat besar dan tebal, menandakan itu sesuatu yang penting, maka judul adalah hal yang dibaca terlebih dahulu, soal isi? meski berbeda atau jauh, hampir tidak akan dibaca oleh orang-orang. Buat judul seheboh mungkin, makin heboh, makin menarik orang untuk klik dan share. Bloomberg: Why Indonesia Failed to Cash in on the China-U.S. Trade War 2019-11-06T00:00:00+00:00 2019-11-06T00:00:00+00:00 https://notes.dedenf.com/2019/11/indonesia-failed-to-take-profit <p>Dengan adanya perang dagang antara Amerika dan Tiongkok, banyak berimbas terhadap industri-industri yang ada didua negara itu, dan beberapa negara di asia tenggara bisa mengambil untung dari kondisi itu.</p> <p>Sebut Vietnam, Thailand, banyak investor yang mengalihkan investasinya ke negara tersebut, alasan kenapa Indonesia tidak begitu besar terkena imbasnya.</p> <!--more--> <blockquote> <p>The reasons for the poor performance are well documented: inadequate infrastructure, particularly in transport; rigid labor rules; limits on how much foreigners can invest in several industries; bureaucratic red tape and a habit of backtracking on regulations that makes it tricky to do business in the country.</p> </blockquote> <p>Memang sangat berbelit investasi di sini, belum lagi kondisi pekerjanya yang terhitung mahal, belum juga preman-preman, ditambah isu investor asing yang berkonotasi negatif, pemerintah dianggap menjual negara ini ke asing, padahal membuka investasi.</p> <p>Membangun infrastuktur yang bisa dijadikan pendukung pemerataan usaha, juga mempermudah transportasi sehingga atraktif untuk investor, tapi tetap itu dianggap sebagai suatu pemborosan.</p> <p>Ada juga kalimat andalan “Negara ini kaya, masa <em>gak</em> bisa mengambil untung dari itu? tidak butuh asing untuk mengelola”, dan ucapan-ucapan sejenis, yang mana tentu itu keluar dari ketidak tahuan akan kondisi, seperti penonton bola, biasanya penonton bola lebih pintar dari pemainnya, yang latihan 10 jam sehari, kalau gagal gol akan dibilang bodoh oleh penonton budiman.</p> <p>Sama seperti warga yang mengomentari pemerintah, merasa lebih pintar.</p> Deden Fathurahman dedenf@gmail.com Dengan adanya perang dagang antara Amerika dan Tiongkok, banyak berimbas terhadap industri-industri yang ada didua negara itu, dan beberapa negara di asia tenggara bisa mengambil untung dari kondisi itu. Sebut Vietnam, Thailand, banyak investor yang mengalihkan investasinya ke negara tersebut, alasan kenapa Indonesia tidak begitu besar terkena imbasnya. The Great Hack: Polarisasi politik (dan agama) di Indonesia 2019-11-05T00:00:00+00:00 2019-11-05T00:00:00+00:00 https://notes.dedenf.com/2019/11/the-great-hack <blockquote> <p>i feel like the main problem in US politics that, is that people are so polarized, that they can’t understand each other, and therefore they cant work together, and therefore nothing gets done.</p> </blockquote> <p><em>Britanny kaiser, <strong>The Great Hack</strong></em></p> <p>Kutipan di atas dari film dokumenter “The Great Hack”, mengenai skandal facebook yang memperlakukan data penggunanya semena-mena, memberikan data ke pihak lain dan digunakan untuk melakukan “hacking” terhadap psikologi penggunanya, yang mana menghasilkan presiden Trump berkuasa, disadari atau tidak.</p> <p>Terlepas dari Britanny ini jujur atau tidak, karena di sini keterlibatannya sangat dalam, karena dia ikut dalam upaya “hacking” tersebut.</p> <!--more--> <p>Polarisasi terjadi diseluruh dunia, terutama yang berbeda ras, berbeda agama. Ambil contoh India, Indonesia. Terutama di Indonesia dimana saya sendiri merasakannya, terutama pada pemilihan presiden kemarin.</p> <p>Orang-orang menjadi sangat terpolarisasi, teman bisa jadi musuh, di keluarga jadi musuh hanya gara-gara beda pandangan politik, dan tambahkan unsur agama ke dalam urusan pemilihan presiden ini, maka akan semakin runcing perbedaan, keluar kata-kata meng-<em>kafir</em>-kan yang lain.</p> <p>Agama tetap menjual, seksi untuk dijadikan alat politik.</p> <p>Dengan polarisasi, orang-orang menjadi tidak mengerti satu sama lain, tidak dapat bekerja sama dengan yang lain, dengan sibuknya berantem satu sama lain, tidak ada pembangunan yang bisa dilakukan secara berkesinambungan, yang dilakukan hanya ribut sesama.</p> <p>Kadang berpikir, kita tidak berubah dari zaman penjajahan ya? gampang diadu.</p> Deden Fathurahman dedenf@gmail.com i feel like the main problem in US politics that, is that people are so polarized, that they can’t understand each other, and therefore they cant work together, and therefore nothing gets done. Britanny kaiser, The Great Hack Kutipan di atas dari film dokumenter “The Great Hack”, mengenai skandal facebook yang memperlakukan data penggunanya semena-mena, memberikan data ke pihak lain dan digunakan untuk melakukan “hacking” terhadap psikologi penggunanya, yang mana menghasilkan presiden Trump berkuasa, disadari atau tidak. Terlepas dari Britanny ini jujur atau tidak, karena di sini keterlibatannya sangat dalam, karena dia ikut dalam upaya “hacking” tersebut. Daily Found: Engineering podcasts 2019-11-04T00:00:00+00:00 2019-11-04T00:00:00+00:00 https://notes.dedenf.com/2019/11/daily-found-engineering-podcast-infoq <p>It’s been a while i did not add another technical or development/engineering type of podcast, these podcast are awesome, i’ve been binge listened each episode,</p> <ul> <li><a href="https://www.infoq.com/the-infoq-podcast/">InfoQ podcast</a>, you can listened using <a href="https://podcasts.google.com/?feed=aHR0cDovL2ZlZWRzLnNvdW5kY2xvdWQuY29tL3VzZXJzL3NvdW5kY2xvdWQ6dXNlcnM6MjE1NzQwNDUwL3NvdW5kcy5yc3M%3D&amp;hl=id">Google podcast</a>, <a href="https://www.breaker.audio/the-infoq-podcast">Breaker</a>, <a href="https://podcasts.apple.com/gb/podcast/the-infoq-podcast/id1106971805">Apple Podcast</a>.</li> <li><a href="https://www.infoq.com/engineering-culture-podcast/">InfoQ Culture Engineering</a>, Listened on <a href="https://podcasts.google.com/?feed=aHR0cDovL2ZlZWRzLnNvdW5kY2xvdWQuY29tL3VzZXJzL3NvdW5kY2xvdWQ6dXNlcnM6MjU4MjY2MTI3L3NvdW5kcy5yc3M%3D&amp;hl=id">Google Podcast</a>, <a href="https://www.breaker.audio/engineering-culture-by-infoq">Breaker</a>, <a href="https://podcasts.apple.com/us/podcast/engineering-culture-by-infoq/id1161431874">Apple Podcast</a>.</li> </ul> <p>The topic is great, the guest also great, i just loved it.</p> <p>P.S: if you found extra spaces between sentences, that <a href="https://support.apple.com/keyboard-service-program-for-mac-notebooks">Apple macbook’s fault</a>.</p> Deden Fathurahman dedenf@gmail.com It’s been a while i did not add another technical or development/engineering type of podcast, these podcast are awesome, i’ve been binge listened each episode, InfoQ podcast, you can listened using Google podcast, Breaker, Apple Podcast. InfoQ Culture Engineering, Listened on Google Podcast, Breaker, Apple Podcast. The topic is great, the guest also great, i just loved it. P.S: if you found extra spaces between sentences, that Apple macbook’s fault. Twitter ban iklan politik di platform-nya 2019-10-31T00:00:00+00:00 2019-10-31T00:00:00+00:00 https://notes.dedenf.com/2019/10/twitter-ban-iklan-politik <p>Whoa! ini menarik!, meski mungkin keputusan oleh @Jack ini berkaitan dengan nanti ajang pemilihan presiden di Amerika, yang mana memang sangat penuh dengan banyak hal, trik, penyesatan opini dan pandangan, sehingga lahirlah presiden Trump.</p> <p>Andaikan ini terjadi sebelum pemilihan presiden kemarin di indonesia, akan sangat membantu menghilangkan <em>hoax</em>, penggiringan opini, <a href="https://notes.dedenf.com/2019/10/fake-news">berita palsu, meski orang tersebut terpelajar</a>.</p> <p>Hanya saja, sayangnya Facebook belum mau ikut aksi ini, meski sebenarnya corong <em>hoax</em> itu menurut saya, paling banyak di Facebook, tahu karena keluarga sendiri terpapar hal seperti <em>hoax</em>, berita palsu.</p> <h4 id="link-berita-lain">Link berita lain</h4> <ul> <li><a href="https://www.vox.com/recode/2019/10/30/20940612/twitter-political-ads-announcement-jack-dorsey-facebook">Twitter’s new ban on political ads is a silent challenge to Facebook</a></li> <li><a href="https://www.nytimes.com/2019/10/30/opinion/political-advertising-facebook-twitter.html">Your Move, Facebook</a></li> </ul> Deden Fathurahman dedenf@gmail.com Whoa! ini menarik!, meski mungkin keputusan oleh @Jack ini berkaitan dengan nanti ajang pemilihan presiden di Amerika, yang mana memang sangat penuh dengan banyak hal, trik, penyesatan opini dan pandangan, sehingga lahirlah presiden Trump. Andaikan ini terjadi sebelum pemilihan presiden kemarin di indonesia, akan sangat membantu menghilangkan hoax, penggiringan opini, berita palsu, meski orang tersebut terpelajar. Hanya saja, sayangnya Facebook belum mau ikut aksi ini, meski sebenarnya corong hoax itu menurut saya, paling banyak di Facebook, tahu karena keluarga sendiri terpapar hal seperti hoax, berita palsu. Link berita lain Twitter’s new ban on political ads is a silent challenge to Facebook Your Move, Facebook 200 Words a day 2019-10-29T00:00:00+00:00 2019-10-29T00:00:00+00:00 https://notes.dedenf.com/2019/10/200wordsaday <p><img src="/images/posts/200wordsaday.png" alt="" title="Words a day, hore tulisan masuk ke Post of the day!" /></p> <p>Saat ini sedang giat atau mungkin tepatnya mencoba untuk giat menulis di <a href="https://200wordsaday.com/writers/dedenf?ref=dedenf.com">200wordsaday.com</a>, website yang dibuat dan dikhususkan untuk orang yang hendak mempertajam tulisan, atau membuat kegiatan menulis ini menjadi kebiasaan.</p> <p>Ada aspek komunitas di sini, dengan kita berkomunikasi dengan orang lain melalui komentar, bisa saling mengikuti dan memiliki garis waktu.</p> <!--more--> <p>Mungkin fitur yang saya sukai adalah, ya menulis, dengan menggunakan layanan ini, kita ‘diharuskan’ untuk menulis sebanyak 200 kata atau lebih setiap hari, jika lewati hari tanpa menulis di sini, mungkin ada semacam hukuman (saya sendiri belum lewat seharipun, jadi belum lihat apa ‘hukumannya’), dan cetakan hari di kalendernya akan bolong karena kita tidak menulis hari itu.</p> <p><img src="/images/posts/200wordsaday-calendar.png" alt="" /></p> <p>Dengan membiasakan menulis, ada konsep <em>reward-punishment</em> dan juga ada orang lain yang melihat tulisan kita, diharapkan kita bisa menjaga akuntabilitas, dan mau menulis setiap hari.</p> <p>Tujuan saya sendiri bukan menjadi penulis buku tentunya, hanya supaya bisa lebih banyak menuangkan apa yang ada dikepala ke dalam bentuk tulisan.</p> Deden Fathurahman dedenf@gmail.com Saat ini sedang giat atau mungkin tepatnya mencoba untuk giat menulis di 200wordsaday.com, website yang dibuat dan dikhususkan untuk orang yang hendak mempertajam tulisan, atau membuat kegiatan menulis ini menjadi kebiasaan. Ada aspek komunitas di sini, dengan kita berkomunikasi dengan orang lain melalui komentar, bisa saling mengikuti dan memiliki garis waktu. Is an epidemic of sleeplessness increasing the incidence of Alzheimer’s disease? 2019-10-24T00:00:00+00:00 2019-10-24T00:00:00+00:00 https://notes.dedenf.com/2019/10/sleeplessness-and-alzheimer <p>Let’s start with this line</p> <blockquote> <p>…the World Health Organization has pointed to a ‘<strong>global epidemic of sleeplessness</strong>’ with roughly two-thirds of adults sleeping less than 8 h a night. Are too many of us getting too little sleep and, in so doing, increasing our risk of disorders such as Alzheimer’s disease?</p> </blockquote> <p>In this day, especially younger people, we all have this sleeplessness, i know i have, in average i slept like 6h a day, in today’s world, With all the screen time on our tv or mostly our smartphone, all of social media that need to catch up, need to be update in some way, there’s social pressure on to that.</p> <p>And this research about the connection of our sleeplessness and alzheimer, even it’s still need more research, but there’s a bidirectional relationship between those two.</p> <p>To get more sleep, it is recommended <a href="https://notes.dedenf.com/2019/09/lets-be-kind-to-your-future-self">that we do more exercise</a>, i should do more…</p> Deden Fathurahman dedenf@gmail.com Let’s start with this line …the World Health Organization has pointed to a ‘global epidemic of sleeplessness’ with roughly two-thirds of adults sleeping less than 8 h a night. Are too many of us getting too little sleep and, in so doing, increasing our risk of disorders such as Alzheimer’s disease? In this day, especially younger people, we all have this sleeplessness, i know i have, in average i slept like 6h a day, in today’s world, With all the screen time on our tv or mostly our smartphone, all of social media that need to catch up, need to be update in some way, there’s social pressure on to that. And this research about the connection of our sleeplessness and alzheimer, even it’s still need more research, but there’s a bidirectional relationship between those two. To get more sleep, it is recommended that we do more exercise, i should do more… Low-code dan No-code development 2019-10-18T00:00:00+00:00 2019-10-18T00:00:00+00:00 https://notes.dedenf.com/2019/10/low-code-no-code-development <p>Membangun aplikasi, zaman dulu merupakan hal yang lumayan memakan waktu, dari mulai men-desain, koding, <em>deployment</em>, masih ingat juga, dulu harus <em>upload</em> aplikasi web melalui FTP (belum ada GIT, atau CI/CD, dan SFTP belum umum), belum lagi harus setup database manual untuk menyimpan data.</p> <p>Kemudian muncul <em>tools</em> yang lebih memudahkan <em>developer</em>/perusahaan dalam membuat aplikasi, testing, sampai <em>deployment</em>, dengan lahirnya <em>cloud computing</em>, menjadikan proses <em>development</em> sampai akhirnya di <em>production</em> lebih cepat dan terhitung mudah.</p> <p>Dan kemudian baru-baru ini muncul inovasi berikutnya, yaitu <em>low-code</em> dan <em>no-code</em> development, apa itu?.</p> <!--more--> <h3 id="low-code">Low-code</h3> <p><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Low-code_development_platform"><em>Low code development</em></a>, pengertian gampangnya kita membuat/men-<em>develop</em> sesuatu, misalkan website, aplikasi <em>mobile</em>, dengan cara sedikit <em>coding</em>, lebih cepat, lebih mudah, dengan low-code ini kita bisa menggunakannya untuk membuat MVP (<em>minimum viable product</em>), proses dimulai dari desain sampai akhirnya menjadi produk.</p> <p>Low-code, yang bisa dibilang masuk ke kategori RAD (<em>Rapid Application Development</em>) dilengkapi dengan UI visual menghubungkan dengan database, dengan web API, atau ke sumber data lain. bisa juga diintegrasikan dengan layanan-layanan yang ada di internet seperti Twillio, mailchimp, Google Analytics dan lain-lain.</p> <p>Penyedia layanan low-code antara lain ada <a href="https://www.mendix.com/">Mendix</a>, <a href="https://www.outsystems.com/">Outsystems</a>, kedua layanan ini menyediakan aplikasi IDE (<em>Integrated Development Environment</em>) visual, yang bisa digunakan oleh pengguna untuk melakukan ”coding” di aplikasi tersebut, dan kemudian menghasilkan aplikasi mobile atau aplikasi web.</p> <p>Selain IDE visual, low-code development environment juga menyediakan konektor ke sistem backend dan layanan lain, bisa itu media penyimpanan (storage), data, API external. Low-code juga dilengkapi dengan proses compile-build, debugging, deploy, mengatur sistem enviroment seperti testing, staging, production.</p> <p>Vendor low-code seperti OutSystem atau Mendix biasanya menghasilkan aplikasi yang <em>cross-platform</em>, yang mana satu sumber bisa dipakai untuk mobile (iOS, Android) dan web sekaligus.</p> <h3 id="no-code">No-code</h3> <p><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/No-code_development_platform">No-code</a> lebih ekstrim lagi, tidak menggunakan kode sama sekali, tidak menggunakan kode, semua dilakukan melalui <em>interface</em>, biasanya berupa web, contoh yang bisa dilihat adalah <a href="https://webflow.com/">Webflow</a>, sebuah layanan untuk membuat website tanpa harus memiliki keterampilan membuat code backed atau frontend, desain, CSS, javascript, pemilihan gambar dan lain-lain.</p> <p><img src="/images/posts/webflow.png" alt="" /></p> <p><center><em><a href="https://webflow.com/">Webflow</a>visual interface</em></center></p> <p>Mirip dengan low-code, no-code juga mengandalkan API-API eksternal atau berupa widget yang sudah jadi, misalkan API untuk mengirim email, widget untuk <em>chatting</em>, atau API untuk membuat <em>workflow</em> seperti <a href="(https://zapier.com/)">Zapier</a>, dan lain sebagainya, yang kita tinggal lakukan hanya menghubungkannya dengan aplikasi yang kita buat.</p> <p>Untuk sisi visual IDE-nya mungkin yang <em>oldschool</em> ingat sama Macromedia Dreamweaver.</p> <h3 id="apakah-bisa-mengantikan-koding-konvensional">Apakah bisa mengantikan koding ”konvensional”?</h3> <p>Low-code, no-code tidak serta merta mengganti flow development yang sebelumnya ada, karena low-code no-code, tidak bisa sampai ke development yang lebih mendalam, karena tidak menjawab isu sering muncul misalkan skalabilitas, kostumasi, karena kostumasi ini terbatas dengan tools/fitur yang ada disediakan.</p> <p>Sumber lanjutan dan layanan</p> <ul> <li><a href="https://www.makerpad.co/">Makerpad</a></li> <li><a href="https://zapier.com/">Zapier</a></li> <li><a href="https://www.integromat.com/">Integromat</a></li> <li><a href="https://ifttt.com/">ifttt</a></li> <li><a href="https://www.pcmag.com/roundup/353252/the-best-low-code-development-platforms">The Best Low-Code Development Platforms for 2019</a></li> </ul> Deden Fathurahman dedenf@gmail.com Membangun aplikasi, zaman dulu merupakan hal yang lumayan memakan waktu, dari mulai men-desain, koding, deployment, masih ingat juga, dulu harus upload aplikasi web melalui FTP (belum ada GIT, atau CI/CD, dan SFTP belum umum), belum lagi harus setup database manual untuk menyimpan data. Kemudian muncul tools yang lebih memudahkan developer/perusahaan dalam membuat aplikasi, testing, sampai deployment, dengan lahirnya cloud computing, menjadikan proses development sampai akhirnya di production lebih cepat dan terhitung mudah. Dan kemudian baru-baru ini muncul inovasi berikutnya, yaitu low-code dan no-code development, apa itu?. Resesi? apa yang harus diperhatikan? 2019-10-16T00:00:00+00:00 2019-10-16T00:00:00+00:00 https://notes.dedenf.com/2019/10/seputar-finansial-resesi-apa-yang-harus-dilakukan <p>Meski media selalu mendengungkan resesi, baik indonesia, maupun dunia global, ini bisa jadi memang resesi atau sebuah <em>self-fulfilling-prophecy</em>, yang mana ramalan jadi kenyataan karena banyak yang melakukannya, karena takut atau dilandasi ramalan itu sendiri, dan kemudian jadi kenyataan.</p> <p>Terlepas itu, yang pertama yang dilakukan tetap tenang, karena faktor psikologis bisa jadi salah satu faktor bisa melewati resesi, dan tentunya tips <a href="https://seputarfinansial.com/resesi-apa-yang-harus-diperhatikan/">finansial lainnya</a>.</p> Deden Fathurahman dedenf@gmail.com Meski media selalu mendengungkan resesi, baik indonesia, maupun dunia global, ini bisa jadi memang resesi atau sebuah self-fulfilling-prophecy, yang mana ramalan jadi kenyataan karena banyak yang melakukannya, karena takut atau dilandasi ramalan itu sendiri, dan kemudian jadi kenyataan. Terlepas itu, yang pertama yang dilakukan tetap tenang, karena faktor psikologis bisa jadi salah satu faktor bisa melewati resesi, dan tentunya tips finansial lainnya. Menemukan project Open Source 2019-10-16T00:00:00+00:00 2019-10-16T00:00:00+00:00 https://notes.dedenf.com/2019/10/menemukan-project-open-source-baru <p><img src="/images/posts/software-opensource.png" alt="" title="github + brew" /></p> <p><a href="https://a16z.com/2011/08/20/why-software-is-eating-the-world/">Why Software Eating the World</a>, essay yang ditulis oleh Marc Adreessen, <em>software</em> atau perangkat lunak menjadi hal yang tak terlihat tapi ada, orang menggunakan <em>software</em> sebagai kebutuhan, di komputernya, <em>smartphone</em>-nya, terlepas jenisnya apa, software ini bisa untuk <em>end-user</em>, atau untuk tipe <em>enterprise</em>.</p> <p><em>Open source</em> adalah salah satu proyek penggerak tersebarnya <em>software</em> ini ke hampir semua lini, untuk memudahkan pekerjaan kita sehari-hari, ada <a href="https://www.libreoffice.org/">Libre office</a> yang merupakan salah satu proyek open source yang besar untuk yang perlu untuk mengetik laporan misalkan, atau mungkin yang tidak disadari, Linux, yang merupakan sistem operasi yang merupakan dasar dari Android yang dipakai sehari-hari.</p> <!--more--> <p>Untuk penggunaan di komputer, karena saya sendiri dibidang IT, tentunya software (perangkat lunak) merupakan bagian penting, dan hampir setiap hari menggunakan produk <em>software</em> open source, ada tools yang untuk mengecek kinerja sistem, ada yang untuk mengetes API, bahkan sistem operasi server adalah produk dari open source, dan lainnya.</p> <p>Beberapa <em>tools</em> yang dipakai terkadang ‘ditemukan’ tidak disengaja, ada yang ditemukan melalui artikel, kemudian kalau sedang <em>browsing</em> di <a href="https://github.com/explore">Github ke bagian explore</a>, dan karena menggunakan MacOS, dan menggunakan aplikasi brew, sering juga juga menemukan tools/aplikasi open source baru di sini, tidak dengan cara browsing ke <a href="https://brew.sh/">websitenya</a>, tapi melalui command line.</p> <p><img src="/images/posts/iterm-brew.jpg" alt="macos iterm2 and brew" title="iterm + brew" /></p> <p>Contoh di atas adalah ketika mencoba install satu software, dan brew menampilkan informasi update software-software yang tersedia, dari sini kadang menemukan hal baru, tools baru, framework baru, kadang nama project open source berpengaruh supaya lebih catchy.</p> <p>Kalau menemukan project yang membuat penasaran, tinggal cari infonya melalui command line lagi, misalkan</p> <div class="highlighter-rouge"><div class="highlight"><pre class="highlight"><code>dedenf@elementium ~ $ brew info homebank homebank: stable 5.2.8 (bottled) Manage your personal accounts at home http://homebank.free.fr Not installed From: https://github.com/Homebrew/homebrew-core/blob/master/Formula/homebank.rb ==&gt; Dependencies Build: intltool ✘, pkg-config ✔ Required: adwaita-icon-theme ✘, fontconfig ✔, freetype ✔, gettext ✔, gtk+3 ✘, hicolor-icon-theme ✘, libofx ✘, libsoup ✘ ==&gt; Analytics install: 268 (30 days), 547 (90 days), 1,958 (365 days) install_on_request: 240 (30 days), 498 (90 days), 1,745 (365 days) build_error: 0 (30 days) </code></pre></div></div> <p>Kunjungi websitenya, cek cocok atau tidak, suka dengan UI-nya misalkan, kalau mau ngetest tinggal install <code class="highlighter-rouge">brew [cask] install package_name</code>, beres, dan kita bisa mulai menggunakan software tersebut.</p> <p>Untuk project open source biasanya kode di-host di Github atau layanan SCM lainnya, dan untuk melihat apakah project ini banyak menggunakan juga bisa lihat aktivitas dari kontribusi kode yang dikirimkan, banyaknya <em>commit</em> yang dilakukan, baik dari penciptanya, maupun dari komunitasnya (ini bisa jadi bahasan lain).</p> <p>Sumber lain:</p> <ul> <li><a href="https://news.ycombinator.com/">Hacker News</a></li> <li><a href="https://lobste.rs/">Lobster</a></li> </ul> Deden Fathurahman dedenf@gmail.com Why Software Eating the World, essay yang ditulis oleh Marc Adreessen, software atau perangkat lunak menjadi hal yang tak terlihat tapi ada, orang menggunakan software sebagai kebutuhan, di komputernya, smartphone-nya, terlepas jenisnya apa, software ini bisa untuk end-user, atau untuk tipe enterprise. Open source adalah salah satu proyek penggerak tersebarnya software ini ke hampir semua lini, untuk memudahkan pekerjaan kita sehari-hari, ada Libre office yang merupakan salah satu proyek open source yang besar untuk yang perlu untuk mengetik laporan misalkan, atau mungkin yang tidak disadari, Linux, yang merupakan sistem operasi yang merupakan dasar dari Android yang dipakai sehari-hari. PUBG, Free Fire, Forthnight, Minecraft bukan sekedar game, tapi sebuah tempat 2019-10-15T00:00:00+00:00 2019-10-15T00:00:00+00:00 https://notes.dedenf.com/2019/10/pubg-free-fire-fortnight-minecraft-adalah-suatu-tempat-bukan-sekedar-game <p><img src="/images/posts/pawel-kadysz-CuFYW1c97w8-unsplash.jpg" alt="gaming stick" title="Game" /></p> <center><em>Photo by <a href="https://unsplash.com/@pawelkadysz?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Pawel Kadysz</a> on <a href="https://unsplash.com/photos/CuFYW1c97w8?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Unsplash</a></em></center> <blockquote> <p>“Yuk Mabar!”</p> </blockquote> <p>Celetuk anak, orang dewasa yang mengajak teman-nya untuk main bareng (<em>mabar</em>), yang biasanya sudah disepakati untuk bermain apa sebelumnya, biasanya <em>game-game</em> yang disebutkan di judul.</p> <p>Kenapa game ini sangat adiktif? bahkan rela membeli <em>diamond</em> atau <em>coin</em> dengan uang <em>beneran</em>, dan diamond atau coin (bisa berbeda namanya, tapi tujuannya sama) itu merupakan mata uang didalam <em>game</em> untuk membeli <em>item</em>, bisa senjata, baju, atau sekedar tarian (<em>emotes</em>), yang harganya bisa bikin geleng-geleng, dan jangan lupa, ‘barang’ tersebut tak kasat mata, hanya melihatnya di layar.</p> <!--more--> <p>Dengan gamer minecraft aktif perbulan bisa mencapai <a href="https://www.thegamer.com/minecraft-monthly-active-users-millions/">112 juta orang</a>, <a href="https://www.pcgamesn.com/fortnite/fortnite-battle-royale-player-numbers">Fortnight 250 juta</a>, Garena <a href="https://www.devdiscourse.com/article/entertainment/647146-garenas-free-fire-a-mobile-battle-game-with-over-50-million-daily-active-users">Free Fire 50 juta</a>, coba kita renungi jumlah itu beberapa saat.</p> <p><img src="/images/posts/free-fire.jpeg" alt="" title="Gamer profile Free Fire anak sendiri" /></p> <p>Kebanyakan game tersebut bisa didapatkan gratis, menjadikan banyak orang bisa masuk ke dalam dunia tersebut, dan bermain didalamnya.</p> <p>Kenapa banyak sekali penggunanya? hal yang bisa saya pikirkan adalah <em>game</em> tersebut menawarkan suatu pelarian dari dunia nyata ke tempat fantasi, dimana orang bisa berbuat hampir apapun, bisa saling bunuh(!), membantu atau membangun rumah, gedung, mencari <em>item</em> yang langka sendiri atau bersama-sama, mencari senjata, mencari apapun yang game tersebut sediakan.</p> <p>Game menawarkan kehidupan lain dalam suatu layar kecil, dunia dalam pixel, dunia yang menawarkan petualangan, bisa saling bercanda dengan teman sepermainan, bisa berantem juga, bahkan belajar bekerja sama agar timnya bisa menang dalam satu permainan, yang kemudian menghasilkan XP/badge atau apapun <em>reward</em> yang ditawarkan jika lewati tantangan.</p> <p>Dunia yang disajikan dalam game bisa berubah, dinamis, menjadikannya lebih menarik, atau bahkan memiliki kesempatan untuk membuat dunia sendiri yang diinginkan oleh pemain.</p> <p>Game-game itu sudah bisa menjadi dunia sendiri, tempat bermain, tempat berkumpul bersosialisasi, film seperti <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Sword_Art_Online">Sword Art Online</a>, atau <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Ready_Player_One_(film)">Ready player one</a> adalah bentuk dari perubahan game menjadi semacam dunia sendiri, menjadi ‘kenyataan’ untuk gamer-gamer.</p> <h3 id="note">Note</h3> <p>Mungkin yang perlu diwaspadai mengenai game-game ini adalah penyakit <a href="https://notes.dedenf.com/2019/05/gaming-disorder">Gaming Disorder</a>, gunakan seperlunya, <a href="https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4747446/ratusan-anak-di-jabar-masuk-rs-jiwa-karena-kecanduan-ponsel-ini-gejalanya" title="Ratusan Anak di Jabar Masuk RS Jiwa karena Kecanduan Ponsel, Ini Gejalanya">kejadian seperti ini menakutkan</a>, dan ini yang ditakutkan setiap orang tua.</p> Deden Fathurahman dedenf@gmail.com Photo by Pawel Kadysz on Unsplash “Yuk Mabar!” Celetuk anak, orang dewasa yang mengajak teman-nya untuk main bareng (mabar), yang biasanya sudah disepakati untuk bermain apa sebelumnya, biasanya game-game yang disebutkan di judul. Kenapa game ini sangat adiktif? bahkan rela membeli diamond atau coin dengan uang beneran, dan diamond atau coin (bisa berbeda namanya, tapi tujuannya sama) itu merupakan mata uang didalam game untuk membeli item, bisa senjata, baju, atau sekedar tarian (emotes), yang harganya bisa bikin geleng-geleng, dan jangan lupa, ‘barang’ tersebut tak kasat mata, hanya melihatnya di layar. Reeder, aplikasi RSS reader 2019-10-13T00:00:00+00:00 2019-10-13T00:00:00+00:00 https://notes.dedenf.com/2019/10/aplikasi-reeder-sebuah-review-singkat <p><img src="/images/posts/reeder-app.png" alt="reeder app" title="Reeder application" /></p> <p>Sebagai pengguna MacOS, dan juga pecinta <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/RSS">RSS</a>, agar bisa membaca isi dari situs yang sering diakses tanpa harus mengunjungi website-nya, dan jika website itu mempunya <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Web_feed">RSS Feed</a>, maka bisa diakses dengan menggunakan RSS reader, yang akan menampilkan sebagian atau keseluruhan artikel yang ditulis di situs tersebut.</p> <!--more--> <p>Sudah menggunakan banyak aplikasi <em>rss reader</em>, dari mulai <a href="https://www.vienna-rss.com/">Vienna</a>, <a href="http://newsfirerss.com/">NewsFire</a>, <a href="https://www.google.com/reader/about/">Google Reader</a>, atau mungkin lebih tepatnya mantan pengguna Google Reader tentu masih inget bagaimana Google mematikan layanan ini, kemudian aplikasi <a href="https://ranchero.com/netnewswire/">NetNewsWire</a>, sampai akhirnya sekarang menggunakan aplikasi <a href="https://www.reederapp.com/">Reeder</a>.</p> <p>Reeder merupakan aplikasi RSS <em>reader</em> berbayar, yang saat ini <a href="https://apps.apple.com/us/app/reeder-4/id1449412357">dibanderol dengan harga</a> $4.99.</p> <h2 id="fitur">Fitur</h2> <p>Selain bisa membaca <em>feed rss/atom</em> dari website, Reeder memiliki fitur lain, yaitu bisa mengakses layanan read-it-later seperti Pocket, Instapaper, dan bisa juga mengakses layanan rss reader online seperti newsblur, feedly dan lainnya.</p> <p><a href="/images/posts/reeder-account-add.png"><img src="/images/posts/reeder-account-add-small.png" alt="" /></a></p> <p>Fitur auto-find feed juga ada, jadi ketika memasukan link website, akan dicari otomatis link feed-nya jika ada oleh Reeder.</p> <p>Reeder juga memiliki fitur untuk sharing, dan bisa mengkonfigurasikan aplikasi mana saja yang menjadi untuk share, di sini karena saya pengguna Pocket, maka sering share, simpan di Pocket.</p> <p><a href="/images/posts/reeder-sharing.png"><img src="/images/posts/reeder-sharing-small.png" alt="" /></a></p> <p>Reeder juga sangat mudah untuk dikostumasi, ada pilihan untuk mengubah <em>layout</em> dan <em>theme</em>.</p> <p><a href="/images/posts/reeder-option-theme.png"><img src="/images/posts/reeder-option-theme-small.png" alt="" /></a></p> <h2 id="membaca">Membaca</h2> <p>Di Reeder ada beberapa mode baca yang bisa dipilih, ini tergantung dari selera, dan memang Reeder sudah menjadikan feed artikel menjadi ramah untuk dibaca, tidak ada banner, iklan dan lainnya yang membuat kita <em>gak</em> fokus.</p> <p><img src="/images/posts/reeder-read-mode.png" alt="" /></p> <h2 id="desain">Desain</h2> <p>Sisi desain, selain bisa mengubah layout dan juga <em>theme</em> seperti diurai di atas, desain aplikasi Reeder secara keseluruhan sangat <em>intuitive</em>, mudah dipahami, mudah untuk pindah dari sisi satu ke sisi lainnya.</p> <p>Simpel mungkin kata yang tepat, tidak banyak <em>tetek bengek</em>, tidak banyak tombol yang bisa membuat bingung pengguna.</p> <h2 id="penutup">Penutup</h2> <p>Keputusan membeli Reeder setidaknya buat saya, tepat, dengan fitur yang untuk pribadi cukup, juga memenuhi semua standar teknologi, mudah digunakan, koneksi ke layanan <em>bookmark</em> online dan lain-lain.</p> <p>Saya mengumpulkan <em>News feed bookmark</em> (dalam bentuk file OPML) bisa <a href="https://github.com/dedenf/news-feed">didownload direpo ini</a> jika ada yang tertarik unduh, dan bisa dimport di RSS reader manapun yang memiliki dukungan terhadap file .<a href="https://en.wikipedia.org/wiki/OPML">OPML</a>.</p> Deden Fathurahman dedenf@gmail.com Sebagai pengguna MacOS, dan juga pecinta RSS, agar bisa membaca isi dari situs yang sering diakses tanpa harus mengunjungi website-nya, dan jika website itu mempunya RSS Feed, maka bisa diakses dengan menggunakan RSS reader, yang akan menampilkan sebagian atau keseluruhan artikel yang ditulis di situs tersebut. Read it maybe later 2019-10-12T00:00:00+00:00 2019-10-12T00:00:00+00:00 https://notes.dedenf.com/2019/10/read-maybe-later <p>Saya penggemar aplikasi <a href="https://getpocket.com/">Pocket</a>, banyak mengumpulkan artikel, membaca artikel menggunakan Pocket, <em>browser</em> yang digunakan dilengkapi dengan fitur <em>save to Pocket</em>, apalagi <a href="https://www.mozilla.org/en-US/firefox/pocket/">Firefox menjadi kan Pocket sebagai fitur <em>default</em></a>.</p> <p>Artikel yang dikumpulkan sudah sangat banyak, ketika saya coba hitung, ternyata sudah sampai ribuan, ada yang sudah dibaca, tapi lebih banyak yang belum, artikel bervariasi, dari hal teknikal, engineering, development, sampai yang membahas tentang kesehatan, finansial dan <em>random stuff</em>.</p> <!--more--> <p>Di sini tanpa disadari, mengumpulkan artikel untuk-dibaca-nanti (<em>read it later</em>), menjadi artikel-yang-mungkin-dibaca-nanti (<em>read it <strong>maybe</strong> later</em>).</p> <p>Setiap hari mengumpulkan artikel tanpa sempat membaca semua yang di<em>bookmark</em>, apalagi artikel yang kurasi via <a href="https://getpocket.com/explore/pocket-hits">Pocket Hits</a>, sangat sayang bila tidak disimpan, dan tanpa disadari pula kemudian menjadi <em>hoarder</em> atau penimbun.</p> <p>Mungkin perlu alur yang bisa lebih baik supaya mencegah menjadi <em>article hoarder</em> lebih akut, dan bisa lebih banyak membaca.</p> Deden Fathurahman dedenf@gmail.com Saya penggemar aplikasi Pocket, banyak mengumpulkan artikel, membaca artikel menggunakan Pocket, browser yang digunakan dilengkapi dengan fitur save to Pocket, apalagi Firefox menjadi kan Pocket sebagai fitur default. Artikel yang dikumpulkan sudah sangat banyak, ketika saya coba hitung, ternyata sudah sampai ribuan, ada yang sudah dibaca, tapi lebih banyak yang belum, artikel bervariasi, dari hal teknikal, engineering, development, sampai yang membahas tentang kesehatan, finansial dan random stuff.