HyperText Thrones

By Deden Fathurahman
← Posts

bekerja

Pernah dengar kalimat yang kira-kira begini: “…Dia bangun dari pagi hari, terus cari bahan-bahan buat dia jual hari itu, rajin sekali ya? cari uang buat keluarganya, baik pula.” atau ini: “…Dia orang kantoran, kerjanya duduk-duduk depan komputer, kadang ngopi-ngopi di starbucks, meeting ketemu orang, haha-hehe, dapet duit aja.

keduanya adalah salah satu stigma yang ada di masyarakat, tidak menyalahkan apa yang sudah berkembang, hanya saja, orang melihat satu hal tidak dengan melihat hal lain, di mata orang bisa jadi yang dilihat rajin bekerja adalah percakapan pertama, karena yang kedua orangnya hanya duduk-duduk saja, persepsi rajin, kekaguman akan lebih besar kepada orang pertama.

bukan iri dengan keadaan, tapi cuma mempertanyakan kenapa memandang berbeda terhadap suatu hal, yang mana ujungnya sama-sama untuk anak-anak mereka, cuma cara mereka yang beda dalam mendapatkan uang.

bekerja adalah proses dimana kita menukar satu sumber (waktu, pikiran, modal) untuk mendapatkan sumber yang lain, penukaran ini berbeda-beda caranya.

ambil contoh lain, seorang anak menaik hajikan/umroh orang tuanya, satu dengan cara yang bisa dibilang penuh dengan tenaga yang keluar yang dihitung berbeda, jika sumber itu didapat dengan ‘duduk-duduk’, maka itu dihitung ‘kurang rajin’.

ini tidak semua orang seperti ini memandang, tapi ada yang berpikir seperti ini, tidak peduli dengan pandangan ini. tapi jika orang yang dikenal berpikir hal yang sama juga, repot.

iya ini curhat. mau apa?

Published: January 23, 2015
Length: 1 minute read

Comments