Daily Found: Exploring the effects of social media on art and culture, one selfie at a time

Daily Found: Exploring the effects of social media on art and culture, one selfie at a time
Photo by archdaily.com

Artikel yang terhitung lama, tapi masih sangat relevan dengan bagaimana media sosial, terutama Instagram mempengaruhi design arsitektur, bangunan seperti hotel, restoran, cafe dan bahkan taman didesain menjadi “Instagrammable”.

Bahkan satu kampung didesain menjadi menarik di malang, menjadikan banyak spot Instagram.

Dan itu menjadi satu hal normal baru yang dulu mungkin tidak begitu dilihat, dan dengan keadaan pandemi seperti sekarang, mungkin tempat-tempat itu menjadi kosong, bahkan banyak usaha seperti cafe, hotel, yang gulung tikar karena sepi tidak ada pengunjung.

Tontonan selama pandemi dan isolasi mandiri

Tontonan selama pandemi dan isolasi mandiri

Sudah hampir 3 minggu saat ini perusahaan tempat saya bekerja menerapkan kebijakan bekerja dari rumah, karena virus corona (Covid-19) yang saat ini mewabah, selain tetap mengerjakan pekerjaan, terkadang perubahan dari ritme bekerja-dengan-pergi-ke-kantor menjadi ”hanya” bangun, mandi, kemudian bekerja di rumah, di area manapun.

Read more →

Hal-hal yang ada ketika bekerja dari rumah →

Hal-hal yang ada ketika bekerja dari rumah
Photo by Tom Thain

Selain hal yang sebaiknya dilakukan ketika bekerja di rumah, ada hal-hal yang perlu diperhatikan juga, karena bekerja dari rumah bukan berarti bebas masalah, terutama mengenai penggunaan listrik.

dengan adanya yang bekerja di rumah, menambah orang yang rumah disaat siang hari, yang sebelumnya tidak ada penggunaan listrik siang hari menjadi ada, dan terkadang AC hidup sepanjang hari (yup, saya sendiri mengalami), kemudian lampu yang dihidupkan kalau gelap pada siang hari.

Dan hal lain seperti makanan, kesehatan dan lainnya.

Bekerja dari rumah

Bekerja dari rumah

Dengan merebaknya wabah corona di indonesia, terutama Jakarta, tempat saya bekerja mengeluarkan kebijakan untuk bekerja dari rumah, dan hanya keluar jika sangat diperlukan saja.

Dan dari selasa sampai jumat, 17-20 maret ini saya melakukan pekerjaan dari rumah, dan ini kali pertama melakukan itu secara khusus dan fulltime, memang sebelumnya pernah, tapi karena dalam kondisi harus istirahat sakit, dan hanya bantu secukupnya dan tidak fulltime.

Hal yang saya sadari susah itu adalah memfokuskan diri ketika jam kerja, tanpa harus seperti terlihat jadi orang asing di rumah sendiri dengan keluarga, yang mana jika kita sedang bekerja, sedang istri perlu bantuan, di sini kondisi bantu atau tidak, atau nanti-dibantunya merupakan hal yang terjadi hampir setiap hari.

Read more →

Dengan Covid-19, banyak manusia tetap tidak belajar

Situasi sekarang ini menyedihkan, bahkan cenderung menyeramkan, karena covid-19, sektor ekonomi rontok karena ini sudah masuk sebagai krisis, sehingga banyak orang yang memilih memegang cash saat ini, untuk menghadapi krisis.

Meski ada krisis, manusia tetap menjadi manusia dengan semua kekurangnnya (baca: kebodohan), disaat dianjurkan agar mengurangi aktivitas di luar, sekolah diliburkan untuk menghindari menyebarnya covid-19, tetapi warga dengan santainya pergi berwisata, yang mereka sebut libur korona.

Dari inews

Wisatawan asal Tangerang, Fitri mengaku sengaja datang dan berlibur di Pantai Anyer untuk menikmati libur kerja bersama rekan-rekan. “Ingin menghabiskan hari libur kerja dan sekolah saja di sini,” katanya.

Sedangkan di Wuhan tiongkok, yang disebut sebagai awal mula timbulnya masalah ini, warganya membuat film pendek untuk BBC mengenai wabah tersebut, video tersebut memperlihatkan bagaimana istrinya terkena virus dan bagaimana orang-orang menjadi relawan, sekitar 50.000, untuk membagikan obat bagi yang terkena virus, yang mana mereka juga terpapar virus tersebut.

Dan bagaimana pemerintah Itali mengimbau warganya agar tetap diam di rumah, karena penyebaran virus di itali juga tak luput dari aksi warga yang “berlibur” ketika ada anjuran tidak beraktivitas di luar.

Read more →


Tags: human, rant