HyperText Thrones

By Deden Fathurahman

Teori konspirasi dan keagamaan

i see chaos...

Photo by Steve Johnson on Unsplash.

Akhir-akhir ini ramai sekali pembicaraan (atau polemik) mengenai desain dari masjid Al-Safar di km 88 purbalenyi, hal ini mencuat ketika salah-satu-yang-menyebut-dirinya-ustad berpendapat bahwa masjid tersebut dipenuhi simbol-simbol illuminati, yakni kelompok yang hendak mendominasi dunia dengan segala triknya, dan juga diasosiasikan dengan Dajjal, karena ada segitiga dan satu mata di mihrabnya.

Hal ini juga seperti biasa dibawa didiskusi grup WhatsApp keluarga (biasanya ini tempat hoax/disinformasi/misinformasi berada šŸ¤£), semakin menyebarnya keanehan ini, dan bahkan dari pendapat salah-satu-yang-menyebut-dirinya-ustad ini meminta umat islam untuk tidak sholat di masjid tersebut, karena tidak sah sholatnya.

Menurut artikel yang dimuat oleh Tirto, melalui sosiolog UNY Amika Wardhana, diungkapkan alasan-alasan kenapa orang-orang menjadi seperti ketakutan dengan simbol-simbol adalah (tulisan miring tambahan dari saya)

Saya pribadi melihat ini miris, pemikiran orang-orang menjadi mundur, ketakutan tidak beralasan (atau ada tapi dibuat-buat) menjadi suatu kebenaran adanya, merasa menjadi korban dari tangan yang tak terlihat, belum lagi dengan adanya istilah post-truth, ā€aku percaya, maka dari itu aku benarā€, tanpa adanya tabayyun atau pengecekan ulang, dan tanpa belajar dengan membaca banyak buku, ilmu pengetahuan dan lain-lain (ironisnya, bacalah adalah hal pertama yang diperintahkan oleh Alloh pada nabi muhammad saw).

Hal-hal semacam teori konspirasi atau bumi datar, anti vaksin, dan yang mirip-mirip, sangat menghina kecerdasan manusia, dengan majunya beragam ilmu pengetahuan, seharusnya manusia menjadi semakin maju, tapi tidak, dengan banyaknya informasi sepertinya banyak yang mencari perlindungan dengan mempercayai hal-hal diluar nalar, karena itu memberikan mereka kenyamanan, dan kemudian tambahkan agama di dalamnya, lengkap. ā€tidak mau membaca, tidak mau mencari informasi yang benar, tapi mempercayai hal yang salah, tapi karena aku percaya, maka dari itu aku benar. ā€, hal ini tentunya diperparah dengan membagikan pendapat, fantasinya seperti yang dilakukan salah-satu-yang-menyebut-dirinya-ustad ke khalayak, dan sialnya, salah-satu-yang-menyebut-dirinya-ustad tersebut menemukan panggungnya, banyak yang percaya, bahkan takbir dimana-mana (lihat sendiri https://www.youtube.com/watch?v=xJX5jy1dkXQ).

Artikel lain yang mencoba mengangkat hal ini, mengenai bacang dan celana dalam, dikemas dengan menarik.

Banyak hal yang lebih penting yang bisa diurus sebenarnya, hanya saja, kita terlalu bodoh dan ignorant untuk melakukan hal tersebut, lebih gampang mempercayai hal yang semacam ini dari pada membaca buku berlembar-lembar, lebih mudah menonton video youtube mengenai ini, lebih mudah melihat potongan gambar meme di instagram yang berisi hoax/disinformasi/misinformasi daripada mengecek kebenarannya, dan banyak yang merasa ketika melakukan reshare, mereka merasa bahwa sudah melakukan suatu kebajikan yang pasti mendapatkan pahala.

Read more →

Tags: daily found, life, hoax, ridwan kamil

World Health Organisation makes 'gaming disorder' a recognised illness →

According to WHO recently, they officially recognized the new illness called ā€œGaming Disorderā€, based on the WHO Update and also many news outlet pointed out, the definitions are

Gaming disorder is characterized by a pattern of persistent or recurrent gaming behaviour (ā€˜digital gamingā€™ or ā€˜video-gamingā€™), which may be online (i.e., over the internet) or offline, manifested by:

  1. impaired control over gaming (e.g., onset, frequency, intensity, duration, termination, context);
  2. increasing priority given to gaming to the extent that gaming takes precedence over other life interests and daily activities; and
  3. continuation or escalation of gaming despite the occurrence of negative consequences. The behaviour pattern is of sufficient severity to result in significant impairment in personal, family, social, educational, occupational or other important areas of functioning.

The pattern of gaming behaviour may be continuous or episodic and recurrent. The gaming behaviour and other features are normally evident over a period of at least 12 months in order for a diagnosis to be assigned, although the required duration may be shortened if all diagnostic requirements are met and symptoms are severe.

In essence, people who leave their responsibilities in favor of playing games, are included as gaming disorder, the game itself is not a disorder, probably just like eating, thereā€™s an illness called eating disorder, but the eating part are okay.

other outlet

Read more →

Tags: gaming, daily found

Podcast: Suara Puan →

Adalah podcast yang terakhir ini saya ketemukan, menurut pewicaranya, kata puan (menurut salah satu episodenya bernama Stephani(?)), diawali dari bentuk tulisan yang dibuat di Instagram yang kemudian berkembang merambah media baru, yaitu suara, podcast.

Diberdayakan oleh Kata Puan (Instagram: @kata.puan) untuk menyuarakan isi pikiran yang berisik dan tak mau diam. Suara ini. Sebuah emosi. Banyaknya rasa.

Sejauh ini saya menikmati, bahasa yang mudah, dan untuk yang menyukai ASMR bisa jauh menikmati podcast ini.

Tags: asmr, podcast, life, daily found

Jakarta circa tahun 1965-1970 →

kemungkinan ini jalan sudirman

Koleksi gambar yang menurut saya luar biasa, menghadirkan Jakarta tahun 65-70an, yang pasti jauh dari kata macet, banyak sekali ruang terbuka. Meski tahun-tahun sebelumnya adalah tahun yang kelam bagi rakyat Indonesia, lihat selengkapnya di sini.

Tags: photo, jakarta, daily found

Redireksi banyakw URI dengan menggunakan NGINX →

Akhirnya menulis hal teknikal lagi, di sini saya membahas tentang redireksi banyak URI dengan menggunakan NGINX, hal ini sangat berguna bagi anda yang bergelut di SEO biasanya, tapi URI restructuring terkadang memang diperlukan.

Tags: nginx, development, daily found