HyperText Thrones

By Deden Fathurahman
← Posts

Perbandingan Bareksa vs Tanam Duit vs Investree, bagian 2

Bagian kedua pembahasan layanan investasi online yakni Bareksa, Tanam Duit dan Investree, jangan lewatkan membaca bagian 1.

Pada bagian pertama, dijelaskan tentang apa yang disajikan dimasing-masing website dan bagaimana caranya untuk membuka akun dimasing-masing website/aplikasi.

Pembelian dan penjualan

Pembelian dan penjualan reksadana yang dimiliki oleh pengguna, mungkin akan berbeda pengalamannya pada tiap pengguna.

Membeli produk reksadana

Bareksa

Untuk pembelian produk reksadana, bisa melalui tautan ini.
bareksa beli reksadana

atau melalui aplikasi (saya pengguna android) bareksa beli reksadana aplikasi

Di sini ditampilkan daftar dari jenius produk reksdana yang bisa dibeli, dan juga daftar dari produk reksadana yang dikelola oleh manajer investasi, saya rasa untuk navigasi dan kemudahan menjelajah Bareksa cukup mudah, bahkan untuk yang non-tech, bisa langsung tahu aksi yang dilakukan itu apa. Untuk transaksi pembelian, akan dihadapkan dengan pembelian

Investree

Tanamduit

Untuk pembelian produk reksadana, bisa melalui tautan ini. investree beli reksadana Untuk pembelian bisa langsung klik tombol beli, dan masukkan jumlah uang yang akan digunakan untuk pembelian produk reksadana.

Menjual atau mencairkan produk reksadana

Untuk menjual portfolio reksadana yang anda miliki, prosesnya hampir sama dengan pembelian reksadana (sayangnya saya baru sekali melakukan pencairan, saya lakukan itu di tokopedia reksadana, yang mana dibelakangnya adalah Bareksa), untuk pencairan di Tokopedia bisa baca postingan saya dengan judul Mencairkan Reksadana di Tokopedia.

Untuk mencairkan reksadana di masing-masing, karena belum pernah melakukan itu, seperti paragraf di atas, hampir sama dengan melakukan pembelian, dan jika kita memiliki portfolio dari reksadana tersebut maka akan ada link untuk menjualnya. Jika ada kesempatan akan melakukan post khusus penjualan reksadana.

Mengawasi dana dan reksadana

Untuk mengawasi perkembangan reksadana sebenarnya bisa dilakukan di aplikasi masing-masing layanan, tapi jika kita memiliki portfolio tersebar di 3 layanan itu (for research™), maka akan lumayan repot, apalagi jika anda juga investasi di saham, yang mana akan terpisah juga pengawasannya, supaya lebih mudah mengawasi portfolio kita (reksadana atau saham atau instrumen lainnya), bisa digunakan aplikasi bloomberg (tersedia android dan ios).

Untuk memonitor portfolio melalui bloomberg, tenang, gratis kok, anda bisa melakukan registrasi melalui website-nya atau melalui aplikasinya, setelah melakukan registrasi, bisa klik di menu (website), dan klik ‘watchlist’, dari sana bisa membuat semacam ‘watchlist’ portfolio yang anda punya, sebagai contoh bloomberg watchlist

Pada kolom ‘Add symbol - Stocks, Funds, Indexes or Currencies’, tambahkan portfolio yang anda punya, misalkan saya masukkan ‘Sucorinvest Maxi Fund’ (reksadana) dengan simbol SUCMAXI:IJ. sucorinvest maxi fund

Kemudian klik ‘EDIT’ di menu atas untuk memasukkan jumlah lot dari portfolio, dan klik ‘save changes` sucorinvest maxi fund add lot

Lakukan hal yang sama untuk portfolio saham atau instrument lain yang anda miliki. Untuk kenyamanan, memonitor bisa menggunakan smartphone, yang bisa memantau semua pergerakan nilai portfolio. bloomberg -- app monitor

Melalui pantauan ini, bisa melihat naik-turunnya nilai investasi kita (tenang, naik turun itu biasa), untuk kasus portfolio saya bisa, ada beberapa portfolio yang saat ini sedang turun (bisa faktor pasar, kebijakan dan lain-lain), jadi jangan terlalu panik atau khawatir jika melihat itu, karena pasar sifatnya dinamis, dan selalu melakukan deversifikasi instrumen dan produk yang anda beli, baik itu saham atau reksadana.

Published: December 26, 2018
Length: 2 minute read (537 words)

Comments