← back to home

Death of Expertise



Photo by NYtimes

Hidup dengan informasi yang sangat luas dan penyebaran yang cepat, dengan bantuan internet, informasi berbentuk ilmu, tuntunan, yang telah dibuat oleh para ahlinya.

Hanya saja, apakah kita tahu informasi yang benar? meski banyak orang bilang bahwa kebenaran itu subjektif, tapi untuk sesuatu yang ada dasar ilmunya, dan ada ahli yang bergerak di bidang itu adalah keniscayaan, dan idealnya orang bisa mengikuti atau mencerna hasil penelitian para ahli dan memahami apa yang dikatakan oleh para ahli dibidangnya.s

Tapi dengan internet juga, banyak informasi yang sesat, tidak tepat, bahkan bohong.

Orang mendadak menjadi “ahli” tentang kesehatan setelah membaca sesuatu di situs-situs kedokteran, mendadak menjadi ahli agama setelah menonton video ceramah di youtube, dan bisa “menghukum” orang lain dengan “keahliannya” itu.

Ini juga yang terjadi di beberapa kasus gerakan anti-vaksin, orangtua yang merasa dengan melakukan vaksinasi adalah satu tindakan yang menyalahi tuhan, dan juga lebih jauh merasa lebih tahu dari para peneliti dan dokter-dokter, di artikel ini, pendapat satu selebriti dianggap sebagai satu kebenaran, dan mengabaikan pendapat dan hasil penelitian dari ahli, di sinilah kematian keahlian berada.

Hal lain tentunya yang terjadi di negara ini, politik, ekonomi, sosial dan budaya, banyak sekali orang yang bersuara, memberikan komentar tentang negara, berpolitik, dan memberikan komentar “keahliannya” tentang bagaimana membuat kebijakan umum dan bagaimana menjalankan negara, banyak yang merasa ahli dari ahli, hanya dengan latar belakang perasaan.

Ada satu buku yang membahas tentang hal ini, bagaimana fenomena-fenomena ini terjadi, latar belakang dan bagaimana itu muncul ke permukaan.

Buku Death of expertise yang ditulis oleh Tim Nichols membahas banyak hal yang terjadi di sekeliling kita, dan bagaimana kita cenderung mengabaikan apa yang ahli-ahli sampaikan, dan lebih memilih sesuatu yang mendukung pandangan kita, meskipun itu salah, dan menuduh pihak yang berseberangan sebagai bohong dan kemudian pandangan itu berevolusi menjadi, apapun yang kebetulan tidak kita sukai, maka itu adalah kebohongan.


Tags: Self Development, self righteous, Psychology