← back to home

Atensi



Photo by Stefan Cosma

Kemajuan teknologi dengan sangat pesat membuat banyak hal yang tadinya tidak efisien menjadi lebih efisien, mungkin ada yang masih ingat bagaimana dulu memesan taksi? kita bisa telpon ke kantor perusahaan taksi kemudian perusahaan taksi akan mencari orang yang terdekat dengan area dimana pemesan itu berada.

Dulu mendengarkan kaset, yang berisi 10-15 lagu yang dirilis oleh penyanyi/band, kemudian muncul compact disc (CD) yang bisa menampung ratusan lagi, belum lagi yang disimpan di harddisk, DVD, flashdisk, dan pengadopsian smartphone oleh banyak orang (bahkan ibu saya yang sudah sepuh), untuk mendengarkan lagu zaman sekarang makin maju dengan teknologi streaming, kita bisa mendengarkan lagi hampir tidak terbatas, yang dulu kita cari susah sekali lagunya, sekarang dalam jangkauan jari.

Bertukar kabar juga makin cepat, ngobrol dengan orang lain sangat cepat.

Semua itu hidup dalam ekosistem dalam smartphone kita, dulu, yang terhubung itu hanya komputer yang bentuknya kotak dari yang agak besar sampai yang besar dengan satu komputer dan komputer lainnya, sekarang hal itu ditambah dengan smartphone, laptop, smart TV, bahkan sampai lampu sekarang saling terkoneksi satu sama lain.

Semua berebut atensi, terutama smartphone kita, aplikasi-aplikasi yang memiliki layanan saling berebut atensi penggunanya, aplikasi media sosial akan meminta atensi kita bahwa ada teman yang mengunggah foto barunya, menulis statusnya, aplikasi berita berlomba memberikan update terbarunya, dan tak lupa email yang berseliweran.

Notifikasi smartphone pun berbunyi berharap langsung diklik, dan bisa langsung dilihat efektifitas notifikasi tersebut oleh admin di belakangnya yang menjadikan itu sebuah Key Performance Indicator (KPI) dari pekerjaannya.

Semua dalam genggaman, semua dalam jangkauan jari-jari kita, tinggal sekarang bagaimana kita meresponnya? apakah akan serta merta ketika notifikasi datang? bukan rahasia lagi manusia akan tergoda untuk harus membuka notifikasi tersebut, untuk berjalan tenang dan menikmati perjalanan sekarang malah dibutuhkan usaha keras, dengan banyak hal yang meminta perhatian kita.


Tags: life, development, rant, personal development, note to self