← back to home

Lebih baik banyak membaca sejarah daripada prediksi/ramalan



Photo by Paul Skorupskas

Sederhana, sejarah bisa mengajarkan kita tentang suatu hal yang sudah terjadi, jika ada kesalahan, sebisa mungkin diperbaiki dan atau tidak melakukannya dikemudian hari, karena manusia bersifat dinamis, selalu berevolusi.

Sedangkan prediksi, atau meramalkan sesuatu dimasa depan, lebih banyak berupa spekulasi, mungkin terjadi mungkin tidak akan terjadi, mungkin benar dan mungkin juga salah.

Lebih baik lebih banyak membaca sejarah daripada membaca banyak prediksi atau ramalan, meski dari orang yang memiliki reputasi, karena faktor spekulasi tersebut, jika benar terjadi, orang bisa dengan mudah menganggap bahwa dirinya jago, jika salah tinggal bilang “namanya juga ramalan™”.

Memang terkadang prediksi dan ramalan datang dari hasil mengetahui sejarah masa lalu, tapi apakah hal tersebut akan berulang dengan rentang waktu yang sama? tidak ada yang tahu. Ambil contoh Covid-19 ini, iya, di masa lalu ada flu spanyol yang banyak memakan korban, dan juga “diprediksi” (sebelum covid-19) akan ada flu-flu lain yang akan datang, iya itu benar, tapi kapannya tidak diketahui, dan yang bisa kita ambil dari sejarah itu apa yang salah, apa yang benar dalam penanganan bisa dijadikan acuan di masa mendatang agar bisa lebih siap (sangat jelas dunia belum siap dengan adanya covid ini, karena banyak faktor).

Dengan sejarah, kejadian-kejadian masa lalu, kita bisa belajar, bisa lebih mengerti dan retrospeksi, dan bisa (mudah-mudahan) menjadikan kita lebih baik lagi dimasa mendatang.


Tags: life, development, rant, personal development, note to self