← back to home

Artikel vs Dokumentasi



Photo by Thought Catalog

Baru saja “nyasar” ke halaman artikel blog post dari StackOverFlow, mengenai bagaimana mereka membangun satu fitur di STO teams, Articles, selain artikel yang bagus, juga, saya lebih banyak melihat ke tagline dari fitur Articles tersebut.

Ditch Documentation

Introducing Articles on Stack Overflow for Teams. Where long-form knowledge goes to thrive.

Pertama, itu tagline yang keren, on the spot, coba bayangkan, siapa yang senang baca dokumentasi? manual? yang terbayang di kepala adalah, satu buku tebal yang isinya membosankan, kadang ada gambar, tapi lebih banyak gambar kaku, Julia Evans bisa dijadikan contoh menjelaskan tanpa membosankan.

Dan juga, di kepala, ketika mendengar kata artikel, kita menerima itu sebagai hal yang kecil, bisa dibaca dengan cepat, atau dibuat menjadi modular yang tidak harus membosankan, tidak perlu ada versi yang terkadang bikin takut duluan.

Saya sendiri lebih suka membaca artikel, sering membagi link artikel tentang teknologi, programming dan lainnya di jakartadev, dan dari situ belajar banyak daripada membaca langsung di dalam dokumentasi.


Tags: life, development, personal development