HyperText Thrones

By Deden Fathurahman
← Posts

EYD

Penggunaan Ejaan Yang Disempurnakan memang terkadang sangat berat dan terkesan kaku, hal ini dikarenakan penggunaan kata yang baku, kumpulan kata menjadikan kalimat, dan kalimat ini yang terkesan kaku dikarenakan orang-orang tidak setiap hari mendengar percakapan dengan menggunakan susunan baku.

Tetapi hal ini bisa jadi berbeda jika dalam bentuk tulisan, tulisan tidak memiliki nada, tetapi memiliki tanda baca, tanda baca ini yang menjadikan satu acuan bagaimana kita mengartikan atau menginterpretasikan kalimat yang ditulis. contoh: “oleh siapa buku itu ditulis?”, kemudian bandingkan dengan “oleh siapa buku itu ditulis!?”, memiliki susunan kata yang sama tetapi memiliki tanda baca yang berbeda, dan hasilnya, berbeda pula pengartian kalimat tersebut di atas.

Hal yang mungkin terlewat jika kita menggunakan kalimat baku dalam menuliskan tulisan, pesan, surel atau chat adalah suatu konsistensi, misalkan kita menulis satu surel dengan kalimat yang kita percaya bernilai baku, kita tidak akan kesulitan dalam mencari surel yang mengandung kata atau kalimat yang kita percaya pernah kita tulis, misalkan waktu itu saya sedang mencari surel yang mengandung kata “angka, atas, bawah, 0”, konteks yang ada adalah satu susunan kalimat yang kriterianya adalah “angka yang di atas 0 adalah angka yang ditetapkan sebagai harga baru” dan bisa ditebak, surel yang mengandung kata “atas, bawah, angka” sangat banyak, dan saya tidak tahu pasti susunan kalimat tepatnya, tapi karena menggunakan kata baku, setidaknya banyak surel yang bisa disaring dan bisa menemukan surel yang dimaksud dengan lebih cepat.

Hal lain yang bisa disebut sebagai kegunaan menggunakan EYD adalah mengurasi risiko salah pengartian, contoh jika kita menuliskan, “baiklah, saya tunggu nanti di Gedung Patra” atau “diatas langit, ada langit”, kedua kalimat tersebut menggunakan kata “di”, yang membedakan adalah spasi dengan kalimat selanjutnya, dan berarti beda.

Sebagaimana yang ditulis di atas, tidak semua mau menggunakan EYD dalam berkomunikasi, terkadang menjadi ribet, tidak tepat guna terkadang, tapi diperlukan sesekali, terutama misalkan jika menuliskan surel yang resmi.

Published: May 3, 2016
Length: 1 minute read

Comments